Suasana politik di Kairo, Mesir semakin memanas hari ini. Ribuan demonstran turun ke jalan memprotes Presiden Mohamed Morsi. Lantas bagaimana rencana Presiden SBY yang akan menghadiri KTT Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Mesir?
Hingga saat ini Presiden SBY masih terus memantau suasana Kairo. "Saya sudah meminta Menlu untuk terus melakukan komunikasi, tidak hanya dengan dubes kita, tapi juga Menlu Mesir," kata SBY dalam jumpa pers bersama wartawan Indonesia di Hotel Grand Royal, Monrovia, Liberia, Jumat (1/2/2013) pukul 21.00 waktu setempat.
SBY mengaku sudah memantau Mesir sejak sebelum meninggalkan Jakarta menuju Monrovia. Beberapa waktu lalu, Mesir sudah menetapkan tiga provinsi dalam keadaan darurat. Bila sekarang kondisi memanas sudah sampai Kairo, SBY akan terus memantaunya.
"Mesir ini menjadi tuan rumah acara puncak OKI yang akan dihadiri 50 kepala negara/pemerintahan. Karena itu, saya berharap pemerintah Mesir kasih penjelasan dalam waktu dekat kepada pemimpin-pemimpin negara yang akan hadir dalam pertemuan itu bagaimana situasi sebenarnya," harap SBY.
Sampai detik ini, lanjut SBY, belum ada informasi penundaan acara KTT OKI. "Kita harus paham bahwa situasi politik apa pun bisa terjadi," kata SBY yang mengisahkan pernah mengalami peristiwa yang hampir sama saat menghadiri KTT Asean di Thailand beberapa waktu lalu.
Rencananya, Sabtu (2/2/2013) pagi, SBY dan rombongan akan bertolak menuju Nigeria. Di negara ini, SBY akan melawat satu hari. Selanjutnya SBY akan menuju Arab Saudi untuk melakukan pertemuan bilateral sekaligus menjalankan ibadah umrah.
"Kita masih punya waktu untuk memantau Mesir saat di Nigeria maupun di Arab Saudi. Nanti kita mutakhirkan lagi informasi soal Kairo," kata SBY.
Sesuai jadwal, pertemuan puncak KTT OKI di Kairo akan berlangsung pada 6 Februari 2013.
Link






